Tiga Kandidat Pengganti Djanur di Persib

17/07/2017

Indonesia

Comments Off on Tiga Kandidat Pengganti Djanur di Persib


Kalah dari Mitra Kukar Djanur mundur dari Persib Bandung

Djadjang Nurdjaman resmi mengundurkan diri dari jabatan sebagai pelatih Persib Bandung. Meski sempat ditahan oleh para bobotoh dan manajemen Persib, kekalahan atas Mitra Kukar menjadi penguat alasan pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut untuk mundur dari posisi pelatih. Dalam laga tandang yang digelar di Stadion Aji Imbut, Tenggarong sabtu kemarin, Maung Bandung dipaksa menyerah oleh tuan rumah dengan skor 1-2.

Djajang Nurjaman mengundurkan diri dari Persib

Djajang Nurjaman mengundurkan diri dari Persib

Sejak awal musim, Djanur seperti mulai dibebani banyak masalah. Melakukan belanja pemain besar-besaran pada awal musim, ekspektasi bobotoh terhadap mereka pun semakin melambung tinggi. Mendatangkan sejumlah pemain top dunia seperti Michael Essien dan Charlton Cole membuat Djajang sangat terbebani secara mental. Belum lagi masalah kemenangan kandang yang semakin sulit diraih serta minimnya stock stricker di kubub Maung Bandung.

Sebuah akhir yang sangat antiklimaks dalam romansa pria asal Majalengka ini bersama dengan Persib Bandung. Djajang Nurjaman memang sempat meraih prestasi bersama Maung Bandung baik sebagai pemain maupun pelatih. Secara personal, Djanur tentu tidak akan pernah bisa menghapus Persib dari hatinya. Hanya saja, ketidakmampuannya mengangkat prestasi Persib musim ini membuat dirinya terpaksa mengambil jalan seperti ini.

Kandidat Terkuat Penerus Djanur di Persib

Menyusul kabar hengkangnya Djajang Nurjaman sebagai pelatih Persib, kini muncul sejumlah nama sebagai kandidat penggantinya. Berikut adalah nama-nama pelatih yang diprediksikan akan menggantikn tugas Djanur di skuad Maung Bandung:

Benny Dollo diprediksikan sebagai salah satu kendidat pengganti Djanur

Benny Dollo diprediksikan sebagai salah satu kendidat pengganti Djanur

  • Indra Sjafri
    Indra Sjafri lebih tersohor dengan timnas ketimbang klub. Saat menangani Bali United, Indra Sjafri belum mampu mengangkat tim asal Pulau Dewata itu ke papan atas. Meski begitu, Indra Sjafri mencoba bangun pilar-pilar pemain muda di tim berjulukan Serdadu Tridatu. Pengalaman melatih di level timnas patut menjadi pertimbangan bagi Persib untuk mencoba merekrutnya. Paling mungkin, Persib bisa dapatkan pelatih asal Pesisir Selatan ini saat Timnas Indonesia U-19 rampung mengikuti kualifikasi Piala AFC U-19 2018, November 2017.
  • Benny Dollo
    Benny Dollo atau Bendol sudah pernah menangani beberapa klub papan atas seperti Arema FC, Persija dan Sriwijaya FC. Bendol paling sukses saat membawa Arema juara Copa Dji Sam Soe dan juga ke Divisi Utama pada 2004. Saat ini, kabarnya Bendol masih menganggur sehingga paling mungkin untuk dikontrak untuk mengggantikan Djanur sekarang. Benny Dollo dikenal memiliki karakter melatih yang cukup keras yang diprediksi bisa membawa perubahan di tubuh Persib.
  • Rahmad Darmawan
    Soal pengalaman, Rahmad Darmawan sudah terbiasa melatih klub-klub besar di Indonesia. Berawal dari kota tempat tinggalnya, Persikota, RD lalu bertualang dengan Sriwijaya FC. Dengan klub asal Palembang ini, RD sukses memberikan prestasi juara Divisi Utama 2007-2008 dan Copa Indonesia, tiga kali. Dia lalu pindah ke Persija sebelum direkrut Arema. Sempat latih Persebaya dan kembali ke Persija, RD akhirnya melatih T-Team hingga sekarang. Melihat pengalamannya yang segudang, RD layak jadi kandidat kuat pengganti Djanur.

Tekanan Terlalu Besar, Djanur Pilih Mundur

Kalah dari Mitra Kukar Djanur mundur dari Persib Bandung

Kalah dari Mitra Kukar Djanur mundur dari Persib Bandung

Setelah sempat ditentang oleh manajemen pada permohonan pertamanya, pelatih Djadjang Nurdjaman atau kerap disapa Djanur resmi mundur dari jabatannya sebagai juru taktik Persib Bandung, usai timnya dikalahkan tuan rumah Mitra Kukar dengan skor 1-2 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Sabtu, 15 Juli 2017 kemarin. Banyak pihak yang cukup kaget dengan keputusan ini. Namun pria yang akrab disapa Djanur itu sudah mantap dengan pilihannya.

Salah satu alasan dia meninggalkan tim yang sudah dipimpin selama 5 tahun terakhir ini lantaran performa skuat Maung Bandung yang jauh dari harapan. Dengan label tim paling populer se-Asia, ditunjang dana melimpah dan pemain berkualitas, Persib gagal menunjukkan kualitasnya sebagai tim besar di Indonesia pada musim ini.

“Alasannya adalah saya tidak berhasil mengangkat performa Persib untuk kompetisi kali ini sebelum putaran pertama berakhir. Terseok-seok terus seperti ini dan ini tentunya jauh dari harapan, jauh dari ekpektasi semua pihak, baik itu dari harapan manajemen ataupun harapan dari Bobotoh,” katanya di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung kemarin.